kotak pencarian
Senin, 28 November 2011
Rangkuman Biologi utk kelas X-9 (Nov'2011)
Sel pertama sekali ditemukan Ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1665) dengan meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri dari ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding disebut sel.
Sel dibedakan atas beberapa bentuk, diantaranya berdasarkan keadaan inti sel (sel eukariotik dan prokariotik), berdasarkan keadaan kromosom dan fungsinya (sel somatik dan reproduktif), berdasarkan sifatnya (bagian hidup dan bagian yang mati).
Sel tumbuhan terdiri atas: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel (retikulum endoplasma kasar dan halus, ribosom, mitokondria, apartus golgi, plastida, vakuola sentral dan nukleus).
Sel hewan terdiri atas : membran sel, sitoplasma dan organel-organel (retikulum endoplasma kasar dan halus, ribosom, mitokondria, lisosom, aparatus golgi, vakuola, dan nukleus).
Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan adalah sel tumbuhan bentuknya tetap, terdiri dari dinding sel yang mengandung selulosa, terdapat butir plastida, dan vakuola sentral yang besar, tidak ada lisosom dan sentriol. Sedangkan sel hewan bentuknya bervariasi, tidak ada butir plastida, vakuola kecil, terdapat lisosom dan sentriol.
Perhatihan gambar sel Hewan dan tumbuhan di bawah ini!
Latihanlah dengan gambar di bahwah ini !
gambar sel tumbuhan dan hewan (atau gambar dari hand out yang sudah dibagikan sebelumnya)
Bagian-bagian sel yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron :
Gambar dari hand out Cell atau dari bahan yang sudah di e-mail (bagi yang belum dapat e-mail, sms e-mail kalian ke Saya ya).
1. Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti (karioteka),
sedangkan sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti. Organel
sel yang tidak dimiliki sel prokariotik tetapi dimiliki oleh sel eukariotik
adalah sentriol, sitoskeleton, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom,
dan mitokondria.
2. Tumbuhan memiliki organel sel yang menunjang proses fotosintesis
yang tidak terdapat pada hewan, yaitu plastida.
3. Pada pertumbuhan terjadi pertambahan tinggi dan bertambahnya diameter
sel tumbuhan. Pada saat pembentukan dinding sel baru, banyak
badan Golgi yang terbentuk dari tengah ke tepi dinding sel. Badan Golgi
tersebut dapat menghasilkan vesikel yang mengandung materi penyusun
dinding sel.
4. Lisosom dengan enzim hidrolitiknya bersifat autofagi, yaitu mampu mendaur
ulang materi organik sel-selnya sendiri. Apabila terjadi kerusakan
sel atau sel mengalami kematian, lisosom akan pecah dan mengeluarkan
sejumlah enzim. Selanjutnya, enzim-enzim tersebut akan membantu
menghancurkan sel-sel yang sudah rusak atau mati. Mekanisme tersebut
sangat berguna dalam peremajaan kulit. Contohnya menghilangnya selaput antara jari-jari tangan.
5. Tumbuhan kembali segar setelah disiram karena terjadi peristiwa osmosis
yaitu proses perpindahan molekul pelarut (air) dari konsentrasi rendah
(hipotonis) ke konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonis) melalui membran
selektif permeabel. Pada saat menyiram tumbuhan, masuknya air dapat
menyebabkan sel tumbuhan menjadi menggembung dan tegang sehingga
terjadi peningkatan tekanan air di dalam sel (tekanan turgor). Hal tersebut
yang menyebabkan tumbuhan selalu segar setelah disiram.
ENZIM
Enzim merupakan senyawa organik yang berperan dalam mempercepat suatu reaksi (biokatalisator). Ensim termasuk ke dalam protein globular.
Cara kerja enzim menurunkan energi aktivasi sehingga energi yang dibutuhkan selama reaksi enzimatis sangat sedikit.
Sifat-sifat enzim antara lain:
1. bersifat seperti protein,
2. dibutuhkan dalam jumlah sedikit,
3. bekerja bolak-balik,
4. bekerja pada satu substrat (spesifik), dan
5. mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi dalam reaksi tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim antara lain:
1. konsentrasi ensim
2. konsentrasi substrat
3. suhu
4. derajat keasaman (pH)
5. adanya penghambat
2 teori tentang cara kerja ensim:
1. lock and key: bentuk sisi aktif spesifik, bentuk sisi aktif sama seperti bentuk substrat
2. induced fit: bentuk sisi aktif fleksibel (berubah mengikuti bentuk substrat).
Ringkasan MAKROMOLEKUL :
Arti Protein, Pembagian Protein dan ikatan apa saja yang ada pada setiap jenis protein tersebut.
Gambar strurtur protein dan ikatan yang terbentuk.
Haemoglobin : ciri-ciri, ikatan yang terdapat dan bahan penyususn haemoglobin serta fungsinya.
Pembagian lemak dan ikatan yang dimilikinya
Hidrolisis dan enzimnya
Glikogen, polysakarida dan ikatannya
Benedict solusion : menguji glukosa dan biuret menguji protein,
Pembagian karbohidrat dan contohnya
Enzim-enzim yang digunakan pada makromolekul : protein enzimnya apasaja, karbohidrat enzimnya apasaja dan lemak enzimnya apasaja.
Fungsi setiap makromolekul, contoh fungsi protein untuk apa?
TRANSPORT MEMBRANE :
Ciri, fungsi dan sifat membran sel
Faktor yang mempengaruhi ketidakstabilan membran sel
Pelajari gambar dari Hand out Transport membrane yang sdh di bagikan, bagian2nya, fungsinya dan sifatnya!
Transport Membran : difusi, osmosis, aktif dan pasif transport (pelajari sifat, ciri-ciri dan contohnya pada tumbuhan dan hewan).
Contoh :
1. A Plant cell is placed in a solution with a less negative (higher) water potential than the cell contents, so water will diffuses into Plant cell and cell becomes turgid. And what happen if in animal cell?
DNA dan RNA :
Ciri-ciri, sifat dan fungsi DNA dan RNA.
Enzim yang berperan pada DNA dan RNA dan fungsi enzim tersebut.
Gambar struktur DNA dan RNA serta ikatan apa saja pada struktur tersebut serta gambar nukleotidanya.
Persamaan dan perbedaan dari DNA dan RNA.
Pasangan basa nitrogen dari DNA dan RNA.
Gula penyusun dari DNA dan RNA.
Selamat belajar Gbu.
Minggu, 29 Mei 2011
Ringkasan Biologi kelas X, untuk Ulum Sem 2, Selasa/31 Mei 2011.
FUNGI
Fungi atau Jamur memiliki cirri-ciri seperti di bawah ini :
Multiseluler (bersel banyak)
- Eukariotik (inti sel sudah dibungkus oleh membrane inti)
- Dinding selnya tersusun atas zat kitin
- Tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof
- Untuk beberapa jamur memiliki zat warna terutama pada tubuh buahnya
- Belum memiliki akar, batang dan daun sehingga disebut dengan thallus
- Thalus tersusun atas hifa (benang) dan hifa yg bercabang disebut miselium
- Reproduksi aseksual dengan spora
Fungi dibagi menjadi 4 divisi berdasarkan cara reproduksi seksualnya :
1. Zygomycotina, reproduksi seksual dengan zygospora
2. Ascomycotina, reproduksi seksualnya dengan ascospora
3. Basidiomycotina, reproduksi seksualnya basidiospora
4. Deuteromycotina, belum diketahui cara reproduksi seksualnya sehingga disebut dgn fungi imperfecti/fungi tidak sempurna
Perhatikan gambar di bawah ini :
Zygomycotina Ascomycotina Basidiomycotina
Ciri – cirri Zygomycotna Ascomycotina Basidiomycotina Deuteromycotina
Hifa Tidak bersekat bersekat bersekat
Reproduksi aseksual spora konidia konidia Spora
Manfaat Membuat Tempe dgn ragi tempe (spora2 fungi) Antibiotic (pd saat Alexander Fleming menemukan, terdapat zona bersih dari bakteri pada petridish) Sayur, obat-obatan. Karena tubuh buahnya dapat dikonsumsi. Tubuh buah terdiri dari stipe, lamella dan tudung. Pada lamella terdapat basidia yang berisi basidiospora Kebanyakan merugikan
Contoh Rhizophus Penicillium notatum Volvariella volvacea Microsporum
Gambar siklus reproduksi Basidiospora lihat di buku Biologi halaman 102.
KEANEKARAGAMAN HAYATI :
Merupakan keanekaragaman organism yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem pada suatu daerah. Keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem pada suatu daerah merupakan dasar kehidupan di Bumi.
Tingkat keanekaragaman :Keanekaragaman gen :Gen adalah bagian kromosom yang mengatur sifat tertentu suatu jenis makhluk hidup (pada inti sel). Keanekaragaman gen adalah variasi susunan gen dalam suatu spesies. Keanekaragaman gen dapat terjadi secara alami (ekotipe) akibat perkawinan seksual dan adaptasi, maupun buatan (kultiva) dengan proses hibridisasi, mutasi, radiasi, rekayasa genetika (budidaya manusia). Contoh: Gallus gallus var. ganifa (ayam hutan) dan Gallus gallus var. gallus (ayam kampung). Salk merah dan salak kuning.
Keanekaragaman spesies :Perbedaan-perbedaan pada berbagai spesies makhluk hidup di suatu tempat disebut keanekaragaman spesies. Biasanya dijumpai pada suatu tempat yang dihuni kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies (komunitas).
Keanekaragaman ekosistem : Interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan jenis-jenis makhluk hidup menunjukkan adanya keanekaragaman ekosistem. Masing-masing ekosistem memiliki jenis tumbuhan dan hewan yang berbeda.
PEMBAGIAN WILAYAH FAUNA DI INDONESIA :
Wilayah Barat/oriental : kera, gajah, harimau, badak, banteng, gelatik, jalak, elang putih.
Wilayah Timur/Australia : kangguru, mamalia berukuran kecil (tikus, kelelawar dll), cendrawasih.
Wilayah Peralihan : babi rusa, anoa dan maleo.
PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM :
IN SITU : perlindungan jenis tanaman dan hewan di habitat aslinya contoh : taman nasional, suaka margasatwa di Pulau Komodo, taman laut dan cagar alam.
EX SITU : perlindungan jenis tanaman dan hewan yang diambil dari habitat aslinya untuk dipindahkan ke habitat lain yang lebih cocok bagi kelangsungan hidupnya. Contoh : kebun raya bogor, kebun binatang dan hutan nasional.
AKTIFITAS MANUSIA YANG DAPAT MERUSAK SUMBER DAYA ALAM HAYATI :
1. Pembakaran hutan dan penebangan hutan secara besar-besaran tanpa mengikuti aturan penebangan hutan.
2. Menangkap ikan dengan racun/pukat harimau secara besar-besaran.
3. Pertanian dengan cara monokultur
4. Merubah pantai menjadi area taman hiburan atau merubah hutan yang masih asli menjadi hutan produktif.
PLANTAE :
Lumut/Bryophyta : peralihan dari Tallophyta ke Kormophyta, kormophyta berspora, belum memiliki berkas pengangkut, di bagi menjadi 3 kelas yaitu : 1.Hepaticeae/Hepaticopsida/lumut hati : contoh Marchantia polymorpha yang digunakan sebagai obat hepatitis/sakit hati.
2. Musci/Bryopsida/lumut daun : contoh Polytrichum, Spagnum (dapat digunakan sebagai pembalut).
3. Anthocerotaceae/lumut tanduk : contoh Anthoceros.
Gambar :
Lumut hati Lumut daun Lumut tanduk
Pelajari Pergiliran turunan Lumut dari Buku Biologi Halaman 139.
Paku/Pterydophyta : kormophyta berspora, sudah memiliki berkas pengangkut xylem dan floem, ciri khas yang tidak dimiliki oleh tanaman lain adalah daun muda selalu menggulung yang disebut Circinatus. Dibedakan menjadi 3 yaitu : paku homospor, paku hererospor dan paku peralihan. Perhatikanlah daur hidup paku di bawah ini :
Gambar paku dan manfaatnya :
Pupuk Hijau Sayuran tanaman hias
SPERMATOPHYTA :
Tumbuhan berbiji meliputi satu divisi tumbuhan dengan beberapa nama :
Spermatophyte/anthophyta/Phanerogamia/Embriophyta. Dibagi menjadi 2 kelompok yaitu : Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) melakukan pembuahan tunggal dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) melakukan pembuahan ganda.
Tumbuhan berbiji tertutup dibagi menjadi 2 kelas yaitu : Monokotil dan Dikotil. Perhatikanlah perbedaan dari Monokotil dan Dikotil dari gambar di bawah ini :
Contoh tanaman monokotil : Padi, jangung, tebu, kelapa rumput, nanas, anggrek, papyrus, bunga lili dan bunga tasbih ,dll.
Contoh tanaman dikotil :
Apel, mangga, durian, lada, tomat, pala, dll.
Senin, 07 Maret 2011
Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati
TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI :
•Keanekaragaman gen
Gen adalah bagian kromosom yang mengatur sifat tertentu suatu jenis makhluk hidup (pada inti sel). Keanekaragaman gen adalah variasi susunan gen dalam suatu spesies.
Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.
misalnya :
- variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau
- variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung
Yang membuat variasi tadi adalah : Rumus : F = G + L
F = fenotip
G = genoti
L = lingkungan
Jika G berubah karena suatu hal (mutasi dll) atau L berubah maka akan terjadi perubahan di F. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya variasi tadi.
Keanekaragaman gen dapat terjadi secara alami (ekotipe) akibat perkawinan seksual dan adaptasi, maupun buatan (kultiva) dengan proses hibridisasi, mutasi, radiasi, rekayasa genetika (budidaya manusia).
Contoh: Gallus gallus var. ganifa (ayam hutan) dan Gallus gallus var. gallus (ayam
kampung).
•Keanekaragaman spesies
Perbedaan-perbedaan pada berbagai spesies makhluk hidup di suatu tempat disebut keanekaragaman spesies. Biasanya dijumpai pada suatu tempat yang dihuni kumpulan makhluk hidup dari berbagai spesies (komunitas).
Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
misalnya :
- variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat.
•Keanekaragaman ekosistem
Interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan jenis-jenis makhluk hidup menunjukkan adanya keanekaragaman ekosistem. Masing-masing ekosistem memiliki jenis tumbuhan dan hewan yang berbeda.
| Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir. |
Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati.
1. Dengan mengetahui adanya keanekaragamaan gen merupakan modal dasar untuk melakukan rekayasa genetika dan hibridisasi (kawin silang) untuk mendapatkan bibit unggul yang diharapkan.
2.Dengan mengetahui adanya kenaekaragaman jenis dapat menuntun kita untuk mencari alternatif dari bahan makanan, bahan sandang, dan papan, juga dapat menuntun kita memilih hewan-hewan unggul yang dapat dibudidayakan.
3. Dengan mengetahui adanya keanekaragaman ekosistem kita dapat mengembangkan sumber daya hayati yang cocok dengan ekosistem tertentu sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian dan peternakan yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Catatan : Tingkat keanekaragaman hayati dipelajari juga dari buku cetak biologi beserta contoh2 soalnya.
MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
1. Manfaat Konsumtif : nilai produk keanekaragaman hayati yang langsung dikonsumsi tanpa melalui pasar, seperti : kayu bakar, daging buruan, makanan, ternak dll.
2. Manfaat Produktif : nilai produk keanekaragaman hayati yang dieksploitasi secara komersial. Banyak industri yang memerlukan bahan baku dari keanekaragaman hayati hewan dan tumbuhan bahkan dari berbagai mikroba. Contohnya : Mikroba yang digunakan untuk pembuatan minuman sekala besar, untuk penelitian genetika, kayu jati untuk pembuatan bahan bangunan dan furniture, bahan obat-obatan dll.
3. Manfaat Ekologis : nilai langsung dari fungsi keanekaragaman hayati. Semakin tinggi keanekaragaman hayati di suatu tempat makan lingkungannya semakin stabil/seimbang.
KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
•Menurut UU No. 5 tahun 1994 keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain, serta kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem.
•Spesies endemik adalah spesies lokal, unik, dan hanya ditemukan di daerah atau pulau tertentu. Banyak ditemukan di Pulau Sulawesi, Papua, dan Kepulauan Mentawai.
•Spesies endemik di Indonesia antara lain : burung maleo, komodo, babirusa, burung cendrawasih, anoa, bunga bangkai dll.
Hewan yang merupakan khas dari pulau Jawa adalah : Badak bercula satu.
Keanekaragaman hayati paling tinggi dan merupakan sumber plasma nutfah terdapat di Hutan hujan tropis.
PENYEBARAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

FLORA :
Alfred Russel Wallace mengemukakan konsep tentang garis Wallace, yaitu garis khayal yang membagi dua wilayah berdasarkan perbedaan kelompok tumbuhan dan hewan. Sedangkan Weber (Zoolog dari Jerman), mengamati bahwa hewan-hewan yang berada di Sulawesi tidak sepenuhnya seperti hewan di Australia tetapi mirip pula hewan dari daerah Oriental. Sehingga Weber menyatakan Sulawesi merupakan wilayah peralihan antara Oriental dan Australia (peralihan daerah Barat dan Timur).
Indonesia termasuk dalam Indo Malesiana yang terdiri atas Indonesia, Filipina, Semenanjung Malaya, dan Papua Nugini. Contoh tanamannya : rotan, jati, cendana, kayu hitam, meranti, anggrek, mahoni dan lain-lain. Sedangkan Indo Autralia terdapat hutan kayu putih, sagu, matoa dll.
FAUNA :
- Wilayah Indonesia Barat (Oriental) : Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Contoh : gajah, badak, harimau, kera, siamang, orang utan.
- Wilayah Indonesia Timur (Australia) : Papua dan sekitarnya. Contoh : kanguru, koala, kakatua, cendrawasih, kasuari, nuri dll.
- Wilayah Indonesia Tengah (peralihan) : Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Contoh : kalong, kuda, tapir, anoa, tarsisius, babirusa, dan komodo.
KEGIATAN MANUSIA YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN HAYATI
- Upaya pemanfaatan keanekaragaman hayati sekaligus berusaha untuk pelestarian keanekaragaman hayati : tebang pilih, reboisasi, penagkapan musiman, pemuliaan tanaman.
- Tindakan manusia yang menyebabkan menurunnya keanekaragaman hayati : penebangan hutan (deforestasi), penanaman monokultur, pencemaran lingkungan, eksploitasi besar-besaran, perdagangan kayu dan satwa liar.
PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI :
- Pelestarian in situ : Pelestarian tumbuhan dan hewan di habitat aslinya
- Pelestarian ex situ : Pelestarian tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya dengan cara memindahkannya. Contohnya : kebun raya, kebun koleksi, kebun binatang dan taman safari.
Good Luck n Gbu.
TUGAS KEANEKARAGAMAN HAYATI
TUGAS KEANEKARAGAMAN HAYATI
I. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Gen
| Tujuan | : | Mengetahui adanya variasi morfologi pada buah mangga. |
| Alat dan bahan | : | Berbagai macam buah mangga yang terdapat di sekitarmu. |
| Cara kerja | : |
|
| 1. | Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Ciri-ciri yang harus diamati, misalnya warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, warna daging buah dan ukuran biji. |
| 2. | Tuliskan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel berikut ! |
TABEL HASIL PENGAMATAN
| No. | Ciri-ciri | Mangga | ||
| Harum manis | Simanalagi | Indramayu | ||
|
|
|
|
|
|
Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban!
Pertanyaan
1. Apa penyebab timbulnya keanekaragaman pada mangga?
2. Jelaskan pengertian dari gen!
3. Apa kesimpulan hasil kegiatan tersebut?
II. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies)
Alat dan Bahan:
| 1. | Penggaris |
| 2. | Timbangan |
| 3. | Lima (5) jenis biji kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah, kacang kapri, dan kacang panjang. |
| 4. | Buku catatan praktikum |
Langkah Kerja:
| 1. | Buatlah tabel pada buku catatan praktikum, seperti contoh di bawah. |
| 2. | Amati secara seksama bentuk biji kacang satu persatu. |
| 3. | Amati warna setiap biji kacang. |
| 4. | Ukurlah dengan penggaris panjang setiap biji kacang, satu persatu. |
| 5. | Timbanglah berat setiap biji kacang, dengan menggunakan alat timbangan |
| 6. | Isikan data hasil pengamatan ke dalam tabel. |
| No. | Jenis Biji | Bentuk | Warna | Panjang | Berat |
| 1. | Kacang Hijau | ....... | ....... | ....... | ....... |
Pertanyaan:
| 1. | Berdasarkan hasil pengamatan, adakah keanekaragaman sifat pada biji-biji kacang tersebut? |
| 2. | Menurut Anda, apakah yang menyebabkan adanya keanekaragaman jenis? |
| 3. | Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman tingkat jenis? |
Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban!
III. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Alat dan Bahan:
| 1. | 3 macam gambar ekosistem |
| 2. | Buku catatan praktikum |
Langkah Kerja:
| 1. | Pelajari gambar-gambar ekosistem dengan seksama |
| 2. | Jawablah pertanyaan-pertanyaan di buku catatan praktikum Anda |

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Pertanyaan:
| 1. | Apa nama ekosistem pada gambar 1, gambar 2, dan gambar 3? |
| 2. | Tuliskan macam flora atau tumbuhan yang terdapat pada ekosistem gambar 1, 2, 3? |
| 3. | Tuliskan macam fauna atau hewan yang terdapat pada ekosistem gambar 1, 2, 3? |
| 4. | Dari ketiga macam ekosistem, manakah yang memiliki jumlah dan keanekaragaman makhluk hidup yang paling banyak? |
| 5. | Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman ekosistem? |
Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban tersebut.
| 1. | Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang | |
|
| A. | evolusi |
|
| B. | adaptasi |
|
| C. | variasi |
|
| D. | keberagaman |
|
| E. | adaptasi dan variasi |
| 2. | Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk semua sifat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan………… | |
|
| A. | lingkungan |
|
| B. | induknya |
|
| C. | jenisnya |
|
| D. | lingkungan dan gen |
|
| E. | gen dan plasma nutfah |
| 3. | Keanekaragaman ekosistem ditunjukkan oleh adanya perbedaan komponen berikut ini, kecuali ………….. | |
|
| A. | sumber energi primer |
|
| B. | jenis produsennya |
|
| C. | produktifitasnya |
|
| D. | jenis konsumennya |
|
| E. | komponen biotiknya |
| 4. | Dua makhluk hidup menempati daerah yang sama dapat disebut spesies | |
|
| A. | habitat dan warna rambutnya sama |
|
| B. | warna dan bentuk rambutnya sama |
|
| C. | jenis makanan dan cara makannya sama |
|
| D. | cara reproduksi dan jumlah anaknya sama |
|
| E. | dalam perkawinan menghasilkan turunan fertil |
| 5. | Anjing pudel dapat dikawinkan dengan anjing boner. Anjing-anjing tersebut dapat melahirkan anak-anak yang fertil karena anjing-anjing tersebut …… | |
|
| A. | satu genus |
|
| B. | satu familia |
|
| C. | satu species |
|
| D. | satu ordo |
|
| E. | satu kingdom |
| 6. | Hutan bakau di Kalimantan, hutan hujan tropis di Jawa Barat, dan savanna di Papua, merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat ……. | |
|
| A. | genetik |
|
| B. | species |
|
| C. | ekosistem |
|
| D. | populasi |
|
| E. | individu |
| 7. | Keanekaragaman warna bulu, misalnya pada burung parkit, merupakan hasil segregasi gen secara bebas. Contoh keanekaragaman bulu pada burung parkit tersebut merupakan adanya keanekaragaman tingkat …… | |
|
| A. | gen |
|
| B. | genus |
|
| C. | ekosistem |
|
| D. | species |
|
| E. | individu |
| 8. | Makhluk hidup penghuni bumi ini begitu beraneka ragam. Sumber keane-karagaman makhluk hidup tersebut adalah ………….. | |
|
| A. | sperma |
|
| B. | ovum |
|
| C. | gen |
|
| D. | kromosom |
|
| E. | zigot |
| 9. | Berikut ini yang bukan faktor-faktor penyebab terjadinya keaneragaman hayati adalah ………… | |
|
| A. | variasi genetik |
|
| B. | keaneragaman jenis |
|
| C. | keanekaragaman genetik |
|
| D. | keanekaragaman daur energi |
|
| E. | keanekaragaman ekosistem |
| 10. | Variasi gen dalam tingkat jenis dapat menyebabkan terbentuknya ……… | |
|
| A. | individu |
|
| B. | varietas |
|
| C. | species |
|
| D. | populasi |
|
| E. | ekosistem |
Sumber : http://www.pintugerbang.net/id/mod/book/view.php?id=55&chapterid=11
Kr/doc/bio/sma/kelasx/keanekaragaman hayati/tugas/2011.